Menakar Dampak Tax Amnesty Terhadap pasar Properti

Posted on : Majalah Properti Indonesia, October 2017
HARIZUL AKBAR NAZWAR, B.Eng., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
(Certified Property Valuer & Real Estate Analyst at Amin, Nirwan, Alfiantori & Partners Valuation Firm)

Tidak terasa program Tax Amnesty yang diawal di ragukan akan berhasil dan memenuhi target telah selesai dijalankan dan mendulang beberapa catatan manis. Pertama kali kebijakan Tax Amnesty digulirkan oleh Pemerintah adalah tertanggal 23 Agustus 2016 seiring telah di-undangkannya UU Pengampunan Pajak. Secara resmi, definisi pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam UU No. 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh beberapa sebab. Salah satunya adalah minimnya ruang fiscal Indonesia khususnya untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Presiden Jokowi yang dari awal memiliki visi misi didalam pemerintahannya yang dikenal dengan ‘Nawacita’ dimana salah satu poin nya adalah membangun dan mempercepat pembangunan infrastruktur tentu tidak bisa tinggal diam dalam menghadapi persoalan fiskal tersebut. (more…)

Co-Working Space : Kelas Baru Pasar Real Estat

Posted on : Bisnis Indonesia, 20 July 2018
HARIZUL AKBAR NAZWAR, B.Eng., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
(Certified Property Valuer & Real Estate Analyst at Amin, Nirwan, Alfiantori & Partners Valuation Firm)

Selama tiga dekade terakhir, terdapat banyak perubahan terhadap ruang kerja dan gaya bekerja seseorang. Perubahan ini paling banyak diakibatkan karena perkembangan teknologi yang semakin lama semakin cepat. Pada tahun 1985 Apple “Mac” diperkenalkan, Microsoft Excel diluncurkan, dan situs website “.com” pertama kali teregistrasi di dunia. Sejak saat itu pula perubahan kebutuhan kerja menjadi semakin cepat. Mesin tik digantikan komputer, mesin fax digantikan printer canggih, bahkan, ruang meeting yang serba besar mampu digantikan dengan ruang teleconference. Dengan hanya bermodal monitor, kamera, dan akses internet kita bisa berkomunikasi secara langsung dengan orang lain tanpa batasan jarak, dari ujung barat ke ujung timur, dari tempat yang berada paling utara, ke paling selatan. (more…)

Bank Tanah dan Reforma Agraria

Posted on : Bisnis Indonesia, 21 December 2017
HARIZUL AKBAR NAZWAR, B.Eng., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
(Certified Property Valuer & Real Estate Analyst at Amin, Nirwan, Alfiantori & Partners Valuation Firm)

Angka kekurangan (backlog) rumah di Indonesia tergolong tinggi. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tercatat hingga saat ini backlog perumahan di Indonesia mencapai angka 13,5 juta unit rumah. Angka ini menunjukkan bahwa terdapat 13,5 juta kelurga yang tidak memiliki hunian dan/atau hunian tetap. Bahkan data terbaru dari Perumnas menyebutkan bahwa terdapat peningkatan kebutuhan rumah sekitar 800.000 unit setiap tahun yang diakibatkan dari pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Disisi lain, supply rumah yang mampu dipenuhi pada segmen kelas perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hanya 400.000 unit setiap tahunnya, dimana terdapat gap sebanyak 400.000 unit setiap tahunnya. Berdasarkan data dari BPS, DKI Jakarta adalah provinsi yang memiliki tingkat home ownership rate terendah yaitu hanya sebesar 51,09% kemudian Kepulauan Riau sebesar 67,67%. (more…)